Konawe, 25 Agustus 2025 — Ucapan Camat Besulutu disalah satu media online Muarasultra.com, yang menyebut wilayah Besulutu sebelumnya dalam kondisi “redup, kumuh, dan berlumpur” sebelum kehadirannya sebagai camat, memicu reaksi keras dari warga. Pernyataan tersebut dinilai merendahkan perjuangan panjang masyarakat dan tokoh penggagas terbentuknya kecamatan tersebut.
Bahrun Lamarandi, warga sekaligus pemrakarsa lahirnya Kecamatan Besulutu, menyatakan keberatannya secara terbuka melalui media sosial. Ia menilai pernyataan sang camat menyesatkan publik dan mencerminkan sikap arogan seorang pejabat publik yang mengabaikan sejarah serta kontribusi masyarakat lokal.
“Saya keberatan dengan statement Bu Camat yang menyebut Besulutu dulu redup. Seakan-akan kecamatan ini baru bernyawa setelah beliau datang. Dan saya mau tanya, Jalan mana yang katanya ibu bangun.?” tegas Bahrun.
Ia bahkan menyinggung salah satu proyek yang diklaim berhasil oleh camat Besulutu, yakni perbaikan jalan berlumpur menuju kantor kecamatan. Menurutnya, proyek itu terealisasi bukan karena inisiatif camat, melainkan melalui dana aspirasi DPRD Provinsi Sultra yang difasilitasi oleh anggota dewan Syamsul Ibrahim, yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati konawe.
“Saat itu saya bahkan dihalangi ketika ingin mengawal proses pengecoran jalan. Saya minta Bu Camat klarifikasi. Jangan klaim pembangunan yang bukan hasil kerja sendiri,” tambahnya.
Bahrun juga menantang ibu camat Besulutu untuk membuka dialog terbuka dengan masyarakat agar publik mengetahui fakta-fakta sebenarnya selama masa jabatan camat saat ini, Pihaknya juga menyampaikan bahwa cukup tau dengan apa yang camat besulutu lakukan selama masa jabatannya.
Pernyataan camat yang dinilai “menghapus sejarah” ini mendapat tanggapan beragam dari warga lainnya. Sebagian besar mengecam dan menilai bahwa pernyataan tersebut tidak pantas keluar dari seorang pejabat pemerintah yang seolah merendahkan daerah yang sedang dipimpinnya.