Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2025 728x250
BERITAPOLITIK

Refleksi 27 Tahun Reformasi: Aktivis 98 Soroti Pemerintahan Prabowo dan Isu Ketenagakerjaan

Avatar photo
228
×

Refleksi 27 Tahun Reformasi: Aktivis 98 Soroti Pemerintahan Prabowo dan Isu Ketenagakerjaan

Sebarkan artikel ini
Iklan 468x60

Detik Djakarta.com, Jakarta – Dalam rangka memperingati 27 tahun Reformasi 1998, sekelompok Aktivis 98 menggelar diskusi publik bertajuk “Refleksi 27 Tahun Reformasi: Pemerintahan yang Bebas dan Bersih KKN, Mimpi atau Kenyataan?”, Jumat (30/5) di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta Timur.

Acara ini menghadirkan Wakil Menteri Tenaga Kerja, Immanuel Ebenezer akrab disapa Noel, sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya, Noel menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan langkah nyata dalam pemberantasan korupsi.

Iklan 300x600

“Banyak pihak yang selama ini tidak tersentuh hukum, kini mulai diproses. Ini adalah bukti bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam perang terhadap korupsi,” ujar Noel.

Meski begitu, Noel mengakui bahwa tantangan besar masih menghadang, salah satunya adalah angka pengangguran yang masih tinggi.

Baca Juga :  Danlantamal I Hadiri Rapat Koordinasi PB PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut Wilayah Sumut

“Ini angka yang harus menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak boleh diam atau hanya sibuk dengan isu-isu yang tidak substansial merujuk pada data pengangguran yang mencapai 7,2 juta jiwa,” ujar Noel,

Diskusi juga menyoroti insiden job fair di Kota Bekasi yang sempat menjadi sorotan karena membludaknya peserta hingga melebihi kapasitas. Noel menyayangkan kurangnya persiapan penyelenggara dan meminta evaluasi menyeluruh.

“Kita tidak bisa saling menyalahkan, tapi ini menjadi koreksi penting bagi semua pihak, terutama pemerintah daerah dan perusahaan yang terlibat,” katanya.

Noel juga menanggapi isu diskriminasi dalam rekrutmen tenaga kerja, seperti batas usia, status pernikahan, dan syarat penampilan fisik. Ia menyebut praktik seperti itu tidak relevan dan berpotensi melanggar hak pekerja.

Baca Juga :  Komandan Lanal Sabang Bacakan Amanat Kasal Pada Peringatan HUT Ke-77 Polisi Militer TNI AL

“Industri bukan tempat mendiskriminasi. Ini bukan industri pelacuran yang butuh ‘good looking’,” ucap Noel.

Diskusi yang dipandu oleh Bandot Malera (Aktivis 98 – Perbanas) ini juga menghadirkan pemantik diskusi Aznil Tan (Aktivis 98 – UMB) dan para narasumber dari berbagai institusi, antara lain Antonius Danar (Perbanas), M. Ridwan (UPN Veteran), Ahmad Nasir (Universitas Assafi’iyah), Joko Priyoski (UNAS), Ucok Sky Khadafi (UNIJA), dan Hasanuddin (Pijar Indonesia).

Para aktivis sepakat bahwa cita-cita Reformasi 1998 masih jauh dari selesai, namun mereka tetap menjaga semangat dan komitmen untuk terus mengawal demokrasi dan memperjuangkan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca Juga :  Ketua Umum Forum Mahasiswa Aktivis Konawe - Jakarta, Apresiasi kinerja Pj. Bupati Konawe yg telah memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa konawe di jakarta.

“Perjalanan 27 tahun Reformasi belum selesai. Tapi komitmen kita untuk terus mengawal demokrasi tidak akan luntur,” tutup Bandot dalam diskusi tersebut.

 

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau
keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email:
detikdjakartaofficial@gmail.com.
_______________________

Iklan 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!