Jakarta, 22 Agustus 2025 — Puluhan massa dari Pemuda 21 Sultra-Jakarta menggelar aksi demonstrasi di depan kantor pusat PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI), Thamrin, Jakarta. Aksi tersebut berlangsung dengan cara tidak biasa, di mana para demonstran melakukan unjuk rasa sambil bertelanjang dada sebagai bentuk protes.
“Kami melakukan aksi sambil buka baju karena pihak PT VDNI bertindak represif. Salah seorang peserta aksi bahkan dipukuli oleh pihak pengamanan perusahaan. Kalau mereka main kasar, ya kami tunjukkan protes dengan cara ini,” tegas Eghy Seftiawan, pemimpin aksi yang juga putra daerah Konawe.
Eghy menjelaskan, aksi ini merupakan buntut dari pencemaran lingkungan akibat aktivitas smelter PT VDNI di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas dari pemerintah.
“Hari ini kami mendesak DPR RI segera memanggil direksi maupun pimpinan PT VDNI. Ini masalah serius. Jangan hanya dievaluasi, tapi berikan sanksi hukum. Tidak boleh ada perusahaan yang merusak lingkungan lalu dibiarkan begitu saja,” tambahnya.
Sementara itu, Asrawan Sumardin selaku koordinator aksi menuntut agar Kementerian ESDM segera memberikan sanksi tegas terhadap PT VDNI, termasuk meninjau ulang perizinan lingkungan serta standar keselamatan kerja perusahaan tersebut.
Ia juga menyoroti dugaan tunggakan pajak bernilai miliaran rupiah yang hingga kini belum diselesaikan perusahaan kepada pemerintah daerah.
“Aspek lain yang tidak kalah penting adalah rentetan kecelakaan kerja di kawasan smelter PT VDNI. Kasus tragis kematian buruh di tambang dan smelter menunjukkan lemahnya kepatuhan perusahaan terhadap standar kesehatan dan keselamatan kerja (K3),” ujarnya.
Asrawan menegaskan, pemerintah harus segera mengambil langkah nyata dengan mencabut izin operasional PT VDNI.
Senada dengan itu, Eghy juga meminta pembentukan tim investigasi gabungan yang melibatkan DPR RI, Kementerian ESDM, KLHK, dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran PT VDNI.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat semua ini. Karena itu, kami akan menggelar aksi lanjutan di kantor pusat PT VDNI di Autograph Tower, Jakarta, dan juga di Kementerian ESDM,” pungkas Eghy.