Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2025 728x250
APOLEKSOSBUD

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep: Tegas tapi Humanis, Polisi Dilarang Bawa Senjata Api dan Utamakan Keselamatan Buruh

54
×

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep: Tegas tapi Humanis, Polisi Dilarang Bawa Senjata Api dan Utamakan Keselamatan Buruh

Sebarkan artikel ini
Iklan 468x60

JAKARTA,– Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan jajarannya untuk bersikap tegas sekaligus humanis dalam mengawal aksi unjuk rasa serikat buruh di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Instruksi ini disampaikan langsung saat apel pasukan pengamanan di halaman DPR pagi tadi.

“Kendalikan diri kita, sabar dan terukur. Jangan mudah terprovokasi, jangan ada pelanggaran aturan. Semua bergerak satu komando,” kata Irjen Asep dalam arahannya.

Iklan 300x600

Kapolda menekankan bahwa tidak ada personel yang dibolehkan membawa senjata api dalam pengamanan aksi. Ia juga melarang tindakan agresif yang dapat memicu ketegangan di lapangan. “Tidak ada yang membawa senjata api, tidak ada penembakan. Jangan bersikap agresif atau emosional. Keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas, kita kedepankan sikap humanis,” tegasnya.

Baca Juga :  Said Iqbal Desak Cabut PT pada Pilpres 2024

Selain itu, penggunaan gas air mata pun dibatasi ketat dan hanya dapat dilakukan atas perintah langsung Kapolda Metro Jaya. “Tindakan represif hanya dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis. Penggunaan gas air mata pun hanya boleh atas perintah saya,” ujarnya.

Kapolda juga meminta personel bertindak sesuai SOP jika menemukan barang terlarang seperti bom molotov atau senjata tajam. “Segera amankan sesuai prosedur tanpa bertindak sendiri,” tambahnya.

Sebanyak 4.531 personel gabungan Polri, TNI, dan pemda dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Kapolda memastikan pengamanan dilakukan dengan keseimbangan antara ketegasan hukum dan pendekatan persuasif.

Baca Juga :  Cari Figur Wagub, JARIMANIES Gelar Diskusi Terbuka

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebut aksi kali ini mengusung nama “Hostum” atau akronim dari Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah. Massa menyuarakan enam tuntutan utama, mulai dari penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.

Jaringan Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, menilai arahan Kapolda Metro Jaya kali ini patut diapresiasi sebagai kepemimpinan presisi. “Ketegasan sekaligus  pendekatan humanis dari Irjen Asep memberi rasa aman bagi publik. Polisi hadir bukan untuk menakutkan, tapi menenangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kuasa Hukum dan APSI Bangun Komitmen Dukung Penuh Proses Hukum Kecelakaan Bus di Ciater

Menurut Romadhon, sikap Kapolda ini layak menjadi teladan di tengah dinamika demokrasi. “Demo buruh adalah ruang konstitusional. Dengan pengamanan yang presisi, buruh bisa menyuarakan aspirasinya, sementara masyarakat tetap nyaman,” pungkasnya.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau
keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email:
detikdjakartaofficial@gmail.com.
_______________________

Iklan 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!