Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Peduli Hukum Sulawesi Tenggara Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di depan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI). Kamis/21/8/2025.
Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh ketua umum GAPH Sutlra Tomi Dermawan mengatakan bahwa gerakan yang dilakukan merupakan buntut dari dugaan kasus korupsi yang melibatkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara
“Siang ini kami melakukam aksi di depan KPK RI soal dugaan korupsi Kadis PUPR Konawe Utara”, ujarnya
Kasus dugaan korupsi tersebut adalah proyek peningkatan jalan aspal kelurahan lamonae – lamonae utama yang menelan anggran cukup fantastis senilai 5 milliar rupiah
“Kasus dugaan korupsi Kadis PUPR adalah soal proyek peningkatan jalan aspal dari kelurahan lamonae sampai lamonae utama yang menelan anggaran cukup fantastis”, ungkap Tomi
Selain Kadis PUPR Konawe Utara GAPH Sultra juga meminta KPK RI memeriksa kontraktor atau perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut yakni PT. Safa Utama
“Jadi proyek ini kami duga kuat dikerja secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar mutu yang tertuang dalam RAB pekerjaan”, imbuh Tomi
“Kami juga meminta KPK RI untuk memanggil dan memeriksa kontraktor atau pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut karena adanya dugaan korupsi secara berjamaah”, tambahnya
Terkahir Tomi dermawan menyampaikan akan mempresur kasus ini sampai ada titik terang dan berharap Kadis PUPR Konawe Utara dan Pihak Kontraktor segera diperiksa
“Kami akan mempresur kasus ini dengan melakukan aksi unjuk rasa jilid 2 dengan melaporkannya secara resmi ke KPK RI. Kami berharap, baik Kadis PUPR Konut dan pihak perusahaan atau kontraktor segera dipanggil dan diperiksa”, tutupnya.