Jakarta || Kasus dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mendapat sorotan tajam dari mahasiswa asal Sultra yang berdomisili di Jakarta. Mereka menilai, anggaran publikasi Pemilu 2024 yang mencapai miliaran rupiah kuat diduga diselewengkan melalui skema laporan pertanggungjawaban (LPJ) fiktif.
Mahasiswa menduga, praktik itu melibatkan seluruh komisioner KPU Sultra dan dana publikasi yang seharusnya untuk kepentingan penyelenggaraan Pemilu justru masuk ke kantong pribadi.
“Dugaan korupsi berjamaah ini sangat serius. KPK harus segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh komisioner KPU Sultra,” tegas Salfin Tebara, Mahasiswa Magister Administrasi Publik Institut STIAMI Jakarta asal Sultra, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (26/8/2025).
Salfin menambahkan, klaim data yang dimilikinya memperkuat indikasi adanya penyimpangan penggunaan anggaran publikasi Pemilu di Sultra. Ia juga menyoroti bahwa saat ini tim KPK RI diketahui tengah berada di Sultra.
“Momentum ini harus dimanfaatkan. KPK jangan hanya diam. Publik butuh kepastian hukum bahwa lembaga penyelenggara Pemilu benar-benar bersih dari praktik korupsi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Salfin menyampaikan bahwa pihaknya bersama mahasiswa asal Sultra di Jakarta akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung KPK RI, Senin (1/9/2025) mendatang. Selain itu, mereka juga akan melayangkan laporan resmi dugaan korupsi berjamaah tersebut kepada KPK.
“Kami akan turun langsung ke KPK untuk mendesak supervisi dan pemeriksaan total. Laporan resmi juga sudah kami siapkan agar kasus ini segera ditindaklanjuti,” pungkas Salfin