Dalam Moyodongkul, BRANI Ingatkan PMI dapat berangkat Legal

DETIKDJAKARTA.COM, JAKARTA –

Usai pandemi Covid-19 yang meluluh lantakkan Indonesia, bukan hanya di sisi ekonomi, nanmun juga pada sisi sosialisasi kemasyarakatan, dimanfaatkan secara penuh oleh berbagai kalangan untuk melaksanakan berbagai kegiatan, agar dapat menjalin silaturahmi yang telah terputus selama 3 tahun terakhir, salah satunya adalah Pemuda Bolaang Mongondow Raya (PBMR), yang merupakan salah satu Organisasi Kemasyarakatan warga Bolaang Mongondow se-Jabodetabek dan Bandung di Jakarta.

Dalam kegiatan Halal bi Halal yang dalam bahasa setempat adalah Moyodungkul, yang dalam pelaksanaannya menggandeng Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang saat ini dipercayakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada Benny Rhamdani, putra asal Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Perhelatan Moyodongkul teresebut di gelar di Auditorium Abdurrahman Wahid, BP2MI, yang terletak di Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 10 Juni 2023, yang di mulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 16.00.

Foto: Benny Rhamdani, Kepala BP2MI, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina PBMR (tengah)

Dalam Kesempatan yang diberikan oleh Pelaksana Kegiatan tersebut, Benny Rhamdani, yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina PBMR menyampaikan “Silaturahmi Masyarakat Bolaang Mongondow ini merupakan hal harus dilakukan terus menerus, agar tali silaturahmi terus terjalin antara para warga Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, di Jakarta.”

Baca Juga :   Undangan HALAL BIHALAL NASIONAL di depan gedung Mahkamah Konstitusi

“Terkait Pekerja Migran, saya tidak menutup mata akan kebutuhan ekonomi masyarakat Indonesia, namun ketik pilihannya jatuh untuk menjadi Pekerja Migran, saya berharap Masyarakat Indonesia bisa melalui jalur yang tepat, agar bisa tetap dilakukan pendampingan dan pengawasan bagi pekerja di luar negeri,” lanjut pria yang sering dipanggil dengan sebutan BRANI ini.

“Sehingga saya berharap dengan bahwa masyarakat dapat mengurus segala persyaratannya secara legal, sehingga Pemerintah Indonesia dapat memperhatikan PMI dengan baik, dan bisa didampingi secara berkesinambungan. Berbeda halnya dengan PMI Ilegal, akan banyak kesulitan yang dihadapi PMI saat melaksanakan pekerjaannya di negara tujuan, dan keberadaannya tidak tercatat dan diketahui oleh wakil-wakil pemerintah di negara tujuan kerja PMI tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Mustari Damopolii, Wakil Ketua Rukun Pogugutat Im Bolaang Monhondow (RPIBM) yang mewakili Salsia Manoppo Ketua Umum RPIBM, yang berhalangan hadir mengungkapkan “Permohonan maaf atas ketidakhadiran Ibu Salsia Manoppo, Ketua Umum RPIBM yang tidak sempat menghadiri kegiatan ini, karena sesuatu hal yang sangat mendesak,” ungkapnya di awal sambutannya

Baca Juga :   Jaga Kebugaran Fisik dan Naluri Tempur, Prajurit Lanal Nias Laksanakan Lari Siang Bersenjata

“Jalinan Silaturahmi adalah hal yang semestinya dilakukan terus menerus dalam organisasi sebesar ini, namun kondisi pandemi beberapa saat lalu, membuat kita hampir terputus silaturahmi, oleh sebab itu saya mengucapkan terima kasih kepada PBMR yang menggelar acara ini, sehingga kita bisa memulai kembali jalinan silaturahmi ini,” lanjutnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *