Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2025 728x250
BERITA

Mahasiswa Gelar Aksi Jilid II Tuntut KPK Periksa Laode Muhammad Nurjaya dan CV Mahadewi

104
×

Mahasiswa Gelar Aksi Jilid II Tuntut KPK Periksa Laode Muhammad Nurjaya dan CV Mahadewi

Sebarkan artikel ini
Iklan 468x60

Jakarta — Sejumlah mahasiswa kembali menggelar Aksi Jilid II di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Dalam aksi ini, massa menegaskan tuntutan mereka agar KPK segera turun memeriksa tetapi dan menangkap La Ode Muhammad Nurjaya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Sulawesi Tenggara, bersama CV Mahadewi selaku kontraktor proyek Dermaga Bangko di Kabupaten Muna Barat.

Iklan 300x600

Koordinator aksi, Ismail Marcos, menyatakan bahwa keruntuhan dermaga bernilai miliaran rupiah tersebut bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan indikasi kuat adanya praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga :  Polemik Pakaian Bekas Import, Akhirnya Berujung Dialog Dengan Pejabat

“Dermaga ini baru diresmikan akhir Desember 2024, namun sudah ambruk pada Juli 2025. Tiang pancang patah, beton retak, materialnya pun diduga tidak sesuai standar. Padahal pembangunan Dermaga ini menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah. Hal ini adalah bukti nyata adanya dugaan kuat tindak pidana korupsi,” tegas Ismail.

Ia juga menyoroti dugaan adanya hubungan erat antara kontraktor CV Mahadewi dan La Ode Muhammad Nurjaya yang membuka ruang terjadinya kolusi mulai dari proses tender hingga pelaksanaan proyek.

“Kami mendesak KPK agar tidak lagi berlarut-larut. La Ode Muhammad Nurjaya dan pihak kontraktor CV Mahadewi harus segera ditangkap dan diadili. Jika tidak, KPK justru memberi ruang bagi koruptor untuk bebas berkeliaran,” tambahnya.

Baca Juga :  Tausiyah "Keutamaan Mempelajari Al-Qur'an dengan Semangat 45" dalam Rangka Memperingati HUT RI ke-80

Ismail menegaskan bahwa aksi kali ini adalah peringatan keras. Bila tuntutan mereka tetap diabaikan, maka gelombang massa yang lebih besar akan kembali menduduki KPK.

“Kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar untuk mendesak penangkapan Laode Muhammad Nurjaya dan kontraktor nakal CV Mahadewi. KPK tidak boleh main-main dalam persoalan ini,” tutup Ismail dengan lantang.

CATATAN REDAKSI

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau
keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email:
detikdjakartaofficial@gmail.com.
_______________________

Iklan 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!