Jakarta — Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menyambut positif inisiatif Polda Metro Jaya yang melakukan pemantauan konten live TikTok yang mengajak pelajar ikut demo buruh esok hari. Dalam konteks di mana media sosial bisa menjadi medan sirkulasi provokasi, tindakan ini menjadi perwujudan nyata tanggung jawab negara dalam menjaga keadilan digital dan moral anak bangsa.
Menurut Romadhon Jasn, Ketua JAN, “Kita apresiasi bahwa Polda tidak hanya bersiaga secara fisik, tetapi juga mengambil langkah antisipatif di ranah digital,” ungkapnya Rabu (27/8). JAN menegaskan bahwa media sosial bukan wilayah tanpa aturan, dan tanggung jawab menjaga akal sehat digital adalah bagian dari keamanan nasional.
Dalam hal pengamanan fisik, pemantauan konten daring harus disertai dengan edukasi kepada pelajar dan guru. Romadhon mendesak agar setiap konten berpotensi provokatif dikonfrontir dengan materi literasi media agar anak-anak dapat memahami risiko dan menjadi pemilih informasi yang bijak.
Polda Metro juga telah menyiapkan 4.531 personel gabungan untuk menjaga demo buruh. JAN menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Satpol PP, dan Dishub — sebuah pendekatan kolektif yang memberi rasa aman. Namun, aspek digital tetap tidak boleh terabaikan.
Lebih jauh, Romadhon menilai bahwa keamanan modern menuntut pemeriksaan konten daring secara real time. Polri perlu menerapkan manajemen konten berbasis literasi mengawasi konten, mengedukasi pelajar, dan menindak konten yang mengandung provokasi.
Sebagai rekomendasi, JAN menyerukan agar Polda Metro meluncurkan guideline etika digital bagi pelajar, memfasilitasi pelatihan literasi media, dan menyediakan hotline aduan konten radikal. “Keamanan fisik dan keamanan digital berjalan beriringan,” tegas Romadhon.
Pasalnya, jika konten ajakan demonstrasi bisa menjangkau siswa sekolah, maka bukan hanya kerusuhan fisik yang terancam, tetapi integritas demokrasi generasi penerus. JAN siap memantau apakah program edukasi media literatif itu betul-betul diterapkan.
Sebagai penutup, langkah Polda Metro adalah momentum penting: bukan saja menjaga ketertiban, tapi juga menjaga akal dan masa depan anak-anak bangsa. JAN menyatakan dukungan penuh selama pendekatan ini dilanjutkan dengan bukti nyata, karena keamanan digital adalah jembatan menuju kematangan berdemokrasi.