Detikdjakarta, 8 Maret 2025 – dugaan pengoplosan bahan bakar pertalite dan pertamax PT.PERTAMINA LALOSABILA DAN PT.PERTAMINA UNAAHA Juga PT.PERTAMINA POAHARA terdetoksifikasi dari adanya keluhan kerusakan kendaraan masyarakat konawe yang mengeluhkan kejadian yang sama.
Ini di rasakan masyarakat setela mengantrikan kendaraannya di pertamina terkait pada hari rabu 5 maret 2025 yang beredar video kekecewaannya terhadap bahan bakar yang di duga pertalite oplos di berbagai media sosial baik Whaatsap maupun Facebook.
Tidak terlepas dari masalah oplosan ini peranan P.B Himpunan Aktivis Muda Konawe raya yang melakukan aksi unjuk rasa dengan membuat petaka menyegelan pertamina terkait.
tetapi melihat peranan dari pemerintah daerah juga tidak ada kesadaran, terhadap kasus tersebut
sebenarnya kalau pemerintah punya sense of krisis (kepekaan, kewaspadaan, kesiapsiagaan) pastinya langsung disegel, sebelum calon korban yg lain bertambah, lalu mengidentifikasi masalah sampai ke akar-akarnya, bukan nanti sesaat setelah 2 hari peristiwa terjadi baru di lakukan pengecekan ke SPBU tentu hasilnya tidak akan maksimal,
tentunya langkah-langkah mereka harus kita apresiasi sudah lakukan investigasi dan hasilnya sesuai standar
tetapi masyarakat kurang puas dengan kinerja kepolisian dan pemerintah dalam mengungkap ini,, karena BBM yg di duga di oplos cepat-cepat sudah di lenyapkan. Dan di ganti yg baru.
Salah satu prinsip dalam menyelenggarakan negara adalah trust /percaya kalau kepercayaan masyarakat memudar maka ciri-ciri negara gagal adalah hilang nya kepercayaan publik/Distrut
Apalagi ditengah case dugaan korupsi Pertamina,Jadi sekarang masyarakat butuh penjelasan yg Konferensip terkait peristiwa Maraknya BBM oplosan dan pertanggung jawaban atas persoalan ini harus di tegakkan,
kalau ini dibiarkan tanpa penjelasan dan pertanggungjawaban yg memadai,, maka yakin ciri-ciri negara gagal yang di sebutan pak prabowo akan semakin nyata.