Sederet Dugaan Kegagalan Kapolda Sultra, Kmst-jakarta Mendesak Kapolri Untuk Segera Mencopot Kapolda Sultra serta Tiga Anggota Polda Sultra Triple “R”

BERITA5 Dilihat

Jakarta_Konsorsium mahasiswa sulawesi tenggara-jakarta (Kmst-jakarta) mendesak mabes polri segera mencopot kapolda sulawesi tenggara (Sultra) serta meminta Divpropam Mabes polri segera memeriksa Tiga anggota Polda sultra Yakni triple “R”

 

Pasal nya Di bawah kepemimpinan kapolda sultra Bapak Irjen Pol Teguh Pristiwanto, Banyak Problematika yang sampai hari ini belum di tuntaskan salah satu nya pelanggaran HAM, Tindakan premanisme kepada mahasiswa dan masyarakat yang di lakukan anggota kepolisian kini tidak terselesaikan,

 

Ketua umum Komando Alki sanagri mengungkap kan bahwa sudah banyak persoalan yang terjadi di daerah provinsi sulawesi tenggara dan ini tidak terlepas dari kegagalan kinerja kapolda sultra, salah satu yang masih baru adalah penembakan nelayan di kecamatan laonti kabupaten Konawe selatan yang menewaskan 2 orang, belum ada penindakan hukum terhadap pelaku di tubuh Kapolda sultra

 

Kegagalan yang selanjutnya adalah masih maraknya pertambangan ilegal, kapolda sultra tidak tuntas menangani zero ilega mining kuat dugaan kami seluruh aktivitas pertambangan ilegal di Backup kapolda sultra serta biaya kordinasi yang masuk di tubuh polda sultra melalui tiga anggota polda sultra yakni Triple “R”

 

Alki sanagri berharap kapolri segera mencopot kapolda sulawesi tenggara yang kami nilai gagal atau tidak tuntas dalam menangani segala persoalan yang terjadi di daerah kami provinsi sulawesi tenggara, contohnya tindakan refresif anggota kepolisian resor Kolaka Utara terhadap masyarakat dengan dalih perintah Kapolres Kolaka Utara, ulasnya

 

Lanjut ketua umum Jaringan komunikasi mahasiswa sulawesi tenggara-jakarta (jkms-jakarta) Irjal Ridwan menjelaskan bahwa Bukan hanya persoalan Aktivitas pertambangan ilegal tapi masih banyak lagi persoalan yang sampai hari ini belum juga di selesaikan kapolda sultra.

 

Kasus Pelanggaran HAM yakni penembakan Mahasiswa di tahun 2019 yakni Randi dan Yusuf sampai kasus penembakan nelayan di Kecamatam Laonto kab.Konawe selatan kasus tindakan Premanisme kepada mahasiswa di depan RS. hermina dan pemukulan masyarakat di lokasi pertambangan PT.Fatwa Bumi sejahtera dan ini semua di lakukan anggota kepolisian.

 

Sebagai penutup Irjal ridwan mengungkap kan bahwa Kami berharap kapolri untuk segera menindak tegas kapolda sultra yang di nilai tidak tuntas dalam memimpin kepolisian daerah provinsi sulawesi tenggara. Serta kami juga meminta Divpropam segera memanggil dan memeriksa Kepada tiga orang anggota Polda sultra Yakni Triple “R” kami duga kuat segala biyaya kordinasi pertambangan ilegal melalui ketiga orang ini ucap irjal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *