Mahasiswa UNDIP Buat Peta Rawan Tanah Longsor di Desa Gapura Dengan Aplikasi ArcGis

Detikdjakarta-Pemalang,- Sesuai dengan SDGs Nomor 13 mengenai melawan dan menanggulangi perubahan iklim dan akibatnya dalam rangka mencapai tujuan nasional penanganan perubahan iklim pada tahun 2030. Tujuan nasional ini memiliki target yang terdiri dari pengurangan resiko bencana (PRB), pengurangan korban karena bencana, dan adaptasi dan mitigasi dari perubahan iklim di Desa Gapura Kecamatan, Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jumat (27/1/2023).

Penyusunan program kerja ini didasarkan pada keadaan geografis Desa Gapura yang berada di lereng perbukitan dengan kondisi tanah yang tidak stabil, ditambah dengan intensitas curah hujan tinggi menyebabkan Desa Gapura menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana tanah longsor. Keadaan lapangan menunjukkan bahwa Desa Gapura tidak memiliki peta kerawanan bencana. Program pembuatan peta kawasan rawan longsor Desa Gapura merupakan program yang sangat penting sebagai informasi mitigasi kebencanaan, hal ini yang menjadi latar belakang pada pembuatan peta mitigasi bencana.

Program pembuatan peta rawan longsor Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi ArcGis. Metode yang digunakan dalam pembuatan ini yaitu dengan mengunduh citra di InaGeoportal, peta RBI Jawa Tengah, dan Inarisk.bnpb, prototipe produk dari program ini adalah peta cetak.

Baca Juga :   Agustinus Nahak Kuasa Hukum Mendy korban KDRT, sangat disesalkan Nur Aida saksi kunci KDRT menghilang Kami Duga Ada Rekayasa Menghalangi Saksi Kunci Hadir di Persidangan

Harapannya, dengan dibuatkan peta rawan tanah longsor tersebut, masyarakat bisa lebih waspada dan berhati-hati dalam menghadapi serta menanggulangi bencana tanah longsor jika terjadi nantinya.

(NDA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *