Detikdjakarta, Jakarta – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum, mengatakan pentingnya kebijakan presisi berbasis data dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pra-Peluncuran Sistem Monitoring dan Evaluasi (Sismonev) Ceria Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Senin (27/10).
Woro menjelaskan, pembangunan manusia tidak bisa dimulai pada jenjang pendidikan dasar atau menengah, tetapi harus sejak masa kanak-kanak, bahkan sebelum kelahiran.
“Sebanyak 90 persen perkembangan otak manusia terjadi di lima tahun pertama kehidupan. Jadi, jika ingin menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing, kita harus mulai dari usia dini,” ujar Woro.
Ia menyebut, Indonesia memiliki lebih dari 29 juta anak usia dini atau sekitar 61 persen populasi usia tersebut. Investasi pada anak usia dini, kata Woro, memberikan manfaat sosial dan ekonomi berlipat ganda di masa depan.
“Setiap satu dolar yang diinvestasikan untuk anak usia dini dapat memberi manfaat hingga 13 dolar di masa depan,” ungkapnya.
Untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan kebijakan yang tepat sasaran, Kemenko PMK mengembangkan Sismonev Ceria, sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengintegrasikan lima bidang layanan utama: pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta kesejahteraan sosial.
Sistem ini mampu menganalisis data secara cerdas untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akurat dan prediktif.
“Data bukan sekadar angka, melainkan arah kebijakan. Dengan data yang akurat, kita bisa mengambil keputusan yang adil dan berdampak,” tutur Woro.
Sismonev Ceria juga meraih Anugerah Inovasi Data Nasional 2025 dari Lembaga Tiga Radar, menegaskan komitmen Kemenko PMK dalam menghadirkan inovasi digital demi memastikan setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.



















