Budiman Sudjatmiko Didukung Investor untuk Aplikasikan Smartcity di Indonesia

BERITA38 Dilihat

Jakarta – Smart city atau kota cerdas penting untuk diaplikasikan ke kota di Indonesia. Untuk itulah, Budiman Sudjatmiko mengajak seluruh kepala daerah agar menerapkan konsep smart city di wilayahnya sebagai upaya percepatan technologi yang digagas Presiden Joko Widodo.

Dalam rangka penerapan smart city tersebut, Budiman Sudjatmiko yang juga Ketua Umum Inovator 4.0 ini mendapat dukungan dari salah satu investor dunia. Mereka belum lama ini mengadakan pertemuan di Jakarta. Tampak dalam pertemuan ialah Budiman Sutjadmiko, Andy Ho selaku perwakilan dari investor, Rian selaku Sespri Budiman Sutjadmiko, dan Cak Maryanto.

Pertemuan membahas akselerasi program smart city supaya Indonesia sejajar dengan negara maju dan jadi percontohan smart city dunia. Seperti contoh di Kota Solo yang sudah bangun Technopark.

Kota Cerdas adalah Kota yang menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan performance-nya, mengurangi biaya dan pemakaian konsumsi, serta untuk terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya. Sedikitnya ada tiga faktor yang berpengaruh dalam Kota Cerdas, yaitu cerdas ekonomi, cerdas sosial, dan cerdas lingkungan.

Baca Juga :   FORKAM soroti Limbah Udara Pabrik di Tegal Alur

Kota Cerdas (smart city) juga didefinisikan sebagai kota yang mampu menggunakan SDM, modal sosial, dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

Dalam membangun kota pintar ada enam pilar, yaitu smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.

Adapun pembangunan kota pintar pada kawasan wisata prioritas sesuai enam pilar sebagai berikut:

Smart environtment: Menyiapkan kawasan wisata prioritas menjadi kawasan yang bersih, bebas sampah, dan tertib, tanpa meninggalkan unsur tradisionalnya;

Smart economy: Memastikan implementasi TIK dalam proses transaksi (cashless) berlangsung di kawasan wisata prioritas dan pemerintah daerah sekitarnya;

Smart branding: Membantu pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas dalam meningkatkan kunjungan wisata;

Smart government: Memastikan pemerintah daerah pada kawasan wisata prioritas menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara berkualitas dalam upaya pelayanan publik yang baik;

Smart society: Memastikan masyarakat tujuan wisata prioritas dan kawasan sekitarnya memiliki kapasitas unggul dan mampu menjadi tuan rumah yang baik; dan

Baca Juga :   Aksi Babinpotmar Manna Bersama Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Air Manna Kabupaten Bengkulu Selatan

Smart living: Mendorong situasi kawasan wisata prioritas yang kondusif dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan, melalui penyediaan transportasi, logistik yang tentram, aman, dan ramah. (dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *