Ajaib, Dana Nasabah di Bank BTN Raib, dan Tidak Ada Yang Berani Bertanggung Jawab

Skandal Hilangnya Dana Nasabah di BTN : Desak KPK dan OJK Bertindak Tegas!

DETIKDJAKARTA.COM, JAKARTA –

Senin, 29 April 2024, KELOMPOK ANTI KORUPSI (KAK) menggelar aksi untuk menyampaikan kepada publik dan instansi terkait tentang skandal hilangnya dana nasabah di salah satu Bank Plat Merah, Bank Tabungan Negara (BTN) di bilangan Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Dalam keterangan yang dihimpun oleh awak media, kejadian ini bukan hanya merugikan nasabah secara finansial, tetapi juga mencoreng nama baik sistem perbankan di Indonesia dan mencederai kepercayaan publik.

“Pada Oktober – November 2022, dengan penuh rasa percaya, kami menempatkan sejumlah dana dalam rekening BTN dengan total puluhan miliar. Kami memilih BTN sebagai bank negara yang seharusnya terpercaya dan memiliki reputasi baik dalam menjaga keamanan dana nasabahnya. Namun, kepercayaan kami diinjak-injak saat kami menemukan saldo di rekening BTN kami telah berkurang secara drastis dan tiba-tiba pada Februari 2023. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dan keresahan yang mendalam sebagai nasabah yang telah dirugikan,” ungkap salah satu nasabah Bank BTN yang turut dalam aksi tersebut.

Baca Juga :   Pekan Raya Jakarta Kemayoran Langgar UU PERS soal Penyekatan Liputan Wartawan

“Kami mencoba menghubungi Sdr. Arie Sudewo W. Salaweny, yang mengaku sebagai Deputy Regional Manager BTN Cabang Jakarta Kuningan, namun beliau tidak dapat dihubungi. Hal ini menunjukkan kelalaian dan ketidakprofesionalan BTN dalam menangani keluhan nasabah. Lalu kami mendatangi BTN Cabang Pembantu Sawah Besar untuk konfirmasi, namun diarahkan ke BTN Cabang Pembantu Fatmawati. Di sana, kami kembali diarahkan ke BTN Cabang Jakarta Kuningan dengan alasan dokumen rekening harus diajukan di sana. Perlakuan ini menunjukkan kebingungan dan ketidakjelasan sistem pelayanan di BTN,” lanjutnya.

“Di BTN Cabang Jakarta Kuningan, kami tidak diakomodir untuk pengaduan resmi dan/atau permintaan dokumen terkait hilangnya dana. Perlakuan ini mencerminkan sikap arogan dan tidak patut BTN terhadap nasabahnya, dan kami pun telah melapor ke OJK, namun hanya dimintai keterangan tanpa tindak lanjut yang signifikan. Hal ini menunjukkan kelemahan OJK dalam melindungi hak-hak nasabah dan menegakkan hukum di sektor perbankan,” lanjutnya lagi.

“Investigasi kami menguak fakta yang lebih mengejutkan, bahwa Sdr. Arie Sudewo W. Salaweny, yang sebelumnya kami temukan tidak dapat dihubungi, ternyata benar-benar karyawan BTN Cabang Bawang Merah dan ditemukan aliran dana ke salah satu pimpinan Bank BTN. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa hilangnya dana nasabah kami juga merupakan hasil dari tindakan kriminal Sdr. Arie Sudewo W. Salaweny dengan melibatkan beberapa pimpinan dari Bank berplat merah tersebut. Kecurigaan kami tidak berhenti di situ. Mengingat posisi Sdr. Arie Sudewo W. Salaweny sebagai Deputy Regional Manager, kami meyakini bahwa hilangnya dana nasabah kami tidak mungkin dilakukannya seorang diri. Ada kemungkinan besar keterlibatan jajaran pimpinan BTN, baik di tingkat kantor cabang maupun direksi, dalam kasus ini,” Papar Gregorius Upi, SH, MH kuasa Hukum dari beberapa nasabah tersebut.

Baca Juga :   Lanal Palembang Kembangkan Kampung Bahari Nusantara (KBN) 2 di Wilayah Binpotmar 1 Ilir
Gregorius Upi, SH, MH kuasa Hukum dari beberapa nasabah Bank BTN

“Berdasarkan bukti-bukti yang kami temukan dan analisis situasi, kami mendesak instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah tegas, Kami menyerukan KPK untuk turun tangan dan menyelidiki potensi korupsi dan pelanggaran hukum dalam kasus ini. Hilangnya dana nasabah dalam jumlah besar dan keterlibatan oknum internal BTN tidak boleh dibiarkan, kami meminta Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti laporan kami dan mengambil langkah hukum yang diperlukan terhadap Sdr. Arie Sudewo W. Salaweny dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam hilangnya dana nasabah, Evaluasi Kinerja BTN! Kami meminta Bank Indonesia untuk melakukan pengawasan dan evaluasi mendalam terhadap kinerja BTN. Kejadian ini menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem internal BTN dan perlu dilakukan perbaikan sistemik, dan kami mendesak OJK untuk melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan tegas terhadap BTN atas kelalaian.” Pinta tegas Gregorius Upi, SH, MH, kepada awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *